[2021] Install PHP, MySQL, Apache & phpMyAdmin di Ubuntu

Linux, Apache, MySQL/MariaDB, dan PHP/Python/Perl atau biasa disingkat LAMP akan kita install satu per satu. LAMP merupakan aplikasi open source yang populer dan sering digunakan untuk pengembangan web dinamis. Apache sebagai web server, MySQL sebagai database, PHP sebagai bahasa pemrograman. Sedangkan phpMyAdmin adalah sebuah aplikasi web untuk menangani administrasi MySQL agar kita tidak bekerja melalui Command Line Interface (CLI).

Untuk menginstall kumpulan aplikasi ini bisa dilakukan dengan mendownload XAMPP. Namun kita akan mencoba melakukan install satu per satu. Dalam tutorial ini, saya menggunakan Linux berbasis Ubuntu. Walaupun install satu per satu agak ribet dan memakan waktu, namun kita akan menjadi lebih paham cara konfigurasi dari aplikasi ini daripada install secara instan menggunakan aplikasi seperti XAMPP.

Baca juga:

Install XAMPP di Linux


1. Install Apache

Apache merupakan aplikasi web server open source yang handal dan sangat populer. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP.

Pertama-tama, update sistemmu.

Selanjutnya, install web server Apache.

Cek apakah web server berjalan dengan baik.

Contoh output:

Pada output di atas terdapat pesan peringatan “AH00558: apache2: Could not reliably” bahwa kita tidak menentukan domain name yang kita gunakan. Untuk mengatasinya kita harus konfigurasi apache2.

Tambahkan perintah ini pada akhir baris, IP address bisa diisi dengan 127.0.0.1 atau IP statis server.

Restart apache.

Untuk mengecek apakah konfigurasi apache tadi sudah benar, kembali jalankan perintah berikut.

Selamat, apache2 telah berjalan!

Setelah semua konfigurasi telah dilakukan, selanjutnya kita akan mencoba konfigurasi firewall agar layanan web server apache dapat diakses di luar komputer lokal.

Untuk melakukan konfigurasi ini, kita akan menggunakan UFW firewall, pastikan kita sudah mengizinkan akses HTTP maupun HTTPS dari layanan web server. Jalankan perintah berikut.

Contoh output:

Dari output di atas terlihat apache memiliki 3 daftar layanan yaitu Apache untuk http saja, Apache Full untuk http dan https, dan Apache Secure untuk https saja. Karena kita akan mencoba mengaktifkan HTTP dan HTTPS, maka kita harus mengizinkan layanan Apache Full pada UFW Firewall, caranya ketikkan perintah berikut.

Contoh output:


1.1 Menjalankan web server Apache

Jika sudah selesai, kita dapat mencoba layanan apache dengan menjalankan ip 127.0.0.1 pada web browser.

Apache Default Page
Apache Default Page

Gambar di atas adalah tampilan default dari apache, itu menandakan apache telah berjalan.


2. Install MySQL

MySQL merupakan salah satu aplikasi database bertipe RDBMS (Relational Database Management System) yang open source. Untuk menginstall layanan ini jalankan perintah berikut.

Untuk mengecek layanan mysql berjalan atau tidak.

Contoh output:

Selamat, MySQL telah berjalan!


2.1 Membuat Password Root

Defaultnya, password user root MySQL masih kosong. Kamu sebaiknya mengamankan MySQL dengan menjalankan perintah.

Kamu akan ditanya untuk menginstall plugin VALIDATE PASSWORD atau tidak. Plugin ini memperbolehkan kita untuk konfigurasi password MySQL yang kuat. Jika plugin ini diinstall, kamu akan disuguhkan kekuatan opsi kekuatan password dari level LOW, MEDIUM, dan STRONG. Sebenarnya aman untuk tidak menginstall plugin ini, namun kamu perlu membuat password yang kuat dan unik, tapi jika ini untuk komputer lokal pakai password yang biasa saja misalkan “root” tidak masalah, karena hanya kita yang mengakses databasenya.

Jika kamu tidak ingin mengaktifkan plugin ini, tekan tombol apa saja untuk melewati validasi password.

Jika kamu menjawab Yes, kamu akan ditanya level password.

Contoh output:

Ada 3 level validasi password yaitu low, medium, dan strong. Masukkan nomor level (0 = low, 1 = medium, dan 2 = strong) dan tekan ENTER. Saya biasa memilih level 1.

Sekarang masukkan password untuk user root. Untuk memasukkan password harus sesuai dengan aturan level password pada lengkah sebelumnya. Jika kamu tidak menginstall plugin ini, gunakan password yang menurutmu aman. Untuk komputer lokal dan yang memakai hanya kita sendiri, cukup memasukkan password yang mudah saja untuk user root misalnya passwordnya “root” juga.

Jika password sudah kamu masukkan dan merasa yakin tekan tombol Y untuk melanjutkan. Jika ingin mengulang untuk mengatur password lagi tekan tombol apa saja.

Untuk pertanyaan terakhir, pastikan kamu menekan tombol Y dan ENTER. Hal ini akan menghapus anonymous user dan test database, menonaktifkan remote root login, dan melakukan konfigurasi kembali pada MySQL.

Selamat, password untuk user root sudah diatur!


2.2 Mengubah metode autentikasi untuk user root MySQL

Defaultnya, user root MySQL mengatur autentikasi menggunakan plugin auth_socket. Karena plugin auth_socket dapat menyulitkan kita ketika mengakses MySQL melalui program eksternal seperti phpMyAdmin maka kita akan mengubah metode autentikasinya dari auth_socket ke mysql_native_password. Untuk melakukannya, login ke MySQL dengan user root dan password akun root komputer mu.

Jalankan perintah berikut untuk mencari metode autentikasi untuk semua akun user.

Contoh output:

Seperti yang kamu lihat, mysql root menggunakan plugin auth_socket untuk autentikasi.

Untuk mengubah autentikasi ke metode mysql_native_password, jalankan perintah.

Update perubahan dengan menjalankan perintah.

Sekarang cek lagi apakah metode autentikasi sudah terganti.

Contoh output:

MySQL Check Authentication
MySQL Check Authentication

Selamat, telah berhasil mengganti metode autentikasi login root mysql.

Untuk keluar dari mysql prompt.


3. Install PHP

PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan oleh pengembang web. Kemudahan serta integrasi dengan berbagai database seperti MySQL menjadikan bahasa pemrograman ini biasanya menjadi piihan untuk memulai terjun ke dunia pengembangan web.

Kita akan menginstall PHP dan library pendukungnya agar PHP dapat diintegrasikan dengan Apache dan MySQL.

Sesudah menginstall, silakan buat info.php di dalam folder root Apache, biasanya terletak di /var/www/html/.

Tambahkan baris kode berikut.

Simpan dengan menekan CTRL + X, kemudian tekan Y dan ENTER.


3.1 Menjalankan PHP

Buka web browsermu dan kunjungi IP localhostmu http://127.0.0.1

Sekarang kamu akan melihat halaman tes php.

Halaman dari fungsi phpinfo()
Halaman dari fungsi phpinfo()

Biasanya, ketika pengguna mengakses directory dari web server, Apache akan melihat file yang bernama index.html. Jika kamu ingin apache menjalankan file php daripada yang lain, pindahkan index.php ke posisi pertama.

Untuk memindah posisi tersebut, jalankan perintah.

Hasil output:

Kita pindahkan index.php menjadi posisi paling awal.

Simpan dengan menekan CTRL + X, kemudian tekan Y dan ENTER.


3.2 Install modul PHP

Untuk meningkatkan fungsionalitas PHP, kamu dapat menginstall beberapa modul tambahan.

Untuk melihat daftar modul PHP yang ada, jalankan perintah berikut.

Contoh output:

Tekan q untuk keluar.

Untuk melihat deskripsi module.

Untuk memasang module.

Jangan lupa untuk restart layanan Apache setelah menginstall modul php apapun. Untuk mengecek apakah modul sudah terpasang buka file info.php tadi di web browser.

Selamat, modul PHP sudah terpasang!


4. Install phpMyAdmin

phpMyAdmin merupakan aplikasi gratis dan open source yang dibangun dengan bahasa pemrograman PHP. Dengan aplikasi ini, kita dapat menangani proses pengolahan database melalui antarmuka web.

Untuk menginstall PHP, aktifkan repositori ‘universe’, yang mana repositori tersebut dinonaktifkan pada beberapa versi Ubuntu.

Sekarang install phpMyAdmin, jalankan perintah.

Sekarang pilih opsi web server yang ingin kamu gunakan dengan menekan tombol panah UP/DOWN dan tekan SPASI untuk memilih. Setelah dipilih, akan ada simbol * (bintang) di depan opsi. Tekan tombol TAB untuk memilih OK dan tekan ENTER.

Konfigurasi phpMyAdmin
Konfigurasi phpMyAdmin

Tekan ENTER

Konfigurasi phpMyAdmin
Konfigurasi phpMyAdmin

Pilih Yes untuk konfigurasi database.

Konfigurasi phpMyAdmin
Konfigurasi phpMyAdmin

Masukkan password MySQL, gunakan password MySQL yang kamu masukkan pada langkah sebelumnya, kemudian ENTER.

Konfigurasi phpMyAdmin
Konfigurasi phpMyAdmin

Masukkan password kembali.

Konfigurasi phpMyAdmin
Konfigurasi phpMyAdmin

Ketika phpMyAdmin berhasil diinstall, aktifkan ekstensi mbstring dan restart layanan Apache.

Jalankan perintah.

Untuk mengecek ekstensi mbstring sudah aktif, buka file info.php di web browser.

mbstring Extension
mbstring Extension

Seperti yang kamu lihat di atas, ekstensi mbstring sudah aktif.

Untuk mengakses phpMyAdmin, buka web browser dan kunjungi 127.0.0.1/phpmyadmin. Kamu akan melihat halaman login phpMyAdmin. Kamu bisa login dengan memasukkan user root mysql.

phpMyAdmin Login Page
Halaman login phpMyAdmin

Selamat, instalasi phpMyAdmin sudah selesai.

Baca juga.

Mengaktifkan .htaccess Apache di Ubuntu

Selesai sudah proses instalasi Apache, MySQL, PHP & phpMyAdmin di Linux Ubuntu. Semua service yang diinstall tersebut akan dimulai secara otomatis ketika kamu menyalakan komputer. Lebih enak daripada kita harus menyalakan service setiap mau coding. Tapi jika tidak ingin, service tersebut bisa dinonaktifkan. Jika ada pertanyaan silakan berikan komentar!

Tinggalkan komentar

+ 33 = 42